Sabtu, 27 Desember 2008

Blue print

Berikut dilampirkan Blue Print BEM FMIPA 2009 rancangan Dany Agustian.
Silahkan klik di sini

Silahkan baca, pelajari, dan pastikan bahwa Dany Agustia merupakan pilihan yang tepat untuk menjadi ketua BEM FMIPA 2009!

_laskar Ungu_

Laskar Ungu

Dalam perjalanan sebuah perjuangan besar, selalu terlibat sahabat-sahabat, rekan-rekan, dan teman seperjuangan yang juga tidak kalah luar biasa dari pejuang utamanya.
Ada hikmah besar yang dapat diambil dari hadirnya sahabat-sahabat seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali dalam menemani langkah perjuangan Rasulullah SAW. Bukan sekedar teman untuk berbincang-bincang, melainkan teman yang bersedia berjuang bersama dengan satu tujuan, menyebarkan dan menegakkan syariat islam.

Belajar dari situ, dalam mengambil langkah mencalonkan diri sebagai ketua BEM FMIPA tahun 2009, Dany Agustian, tidak berjalan sendiri. Ada rekan-rekan mahasiswa dari setiap jurusan pada Fakultas MIPA yang menemani langkahnya, berusaha mempropagandakan, dan membantu sebisa mungkin untuk meraih dukungan dari seluruh mahasiswa FMIPA demi terwujudnya visi yang telah direncanakan. Mereka inilah yang dinamakan LASKAR UNGU.

Kenapa Ungu?
Simpel aja. Karena ungu adalah warna panji-panji FMIPA.
Kenapa Laskar?
Hm..
Kenapa Laskar Ungu?
Tadinya juga mau Laskar Pelangi, tapi keduluan dijadiin judul novel ^^


Sejauh ini Laskar Ungu telah bergerak dalam beberapa media, antar lain:

1. Friendster
dengan email address : dany4mipa@yahoo.com (di add yaph!!)
sampai detik ini telah dilihat +- 340 kali.
berisi profil singkat dan Visi-Misi Dany Agustian.

2. Blogspot
dengan web site : http://dany4mipa.blogspot.com
berisikan artikel tulisan Dany Agustian, info2 dari Laskar Ungu, dan polling bebas.

3. Facebook
dengan email address : dany4mipa@yahoo.com (di add juga yaph!)

4. Pamflet dan Leaflet
Telah disebar di sekitar kampus FMIPA UNJ

5. Buletin Laskar Ungu
In Preparation!
Segera beredar!


Semoga setiap usaha yang dilakukan bisa bermanfaat dan mendapat ridho Allah SWT.
Aamien..

Mohon doanya dan tetap dukung Dany Agustian untuk menjadi Ketua BEM FMIPA 2009!
Inget...nomer urut 1 yaph!

^O^


_Laskar Ungu_

Rabu, 17 Desember 2008

Urgensi Keberadaan BEM Fakultas

Dalam menanam benih padi, kita butuh ladang untuk menanamnya agar kita dapat menuai hasilnya di kemudian hari. begitupun dengan beramal. Dalam beramal dibutuhkan sebuah ladang untuk melaksanakan amal tersebut. Ketiak berbicara tentang MIPA yang dikaitkan dengan artikel 'Untuk Apa Saya Berkontribusi', maka ada beberapa pilihan untuk memfasilitasi amal tersebut, salah satunya adalah BEMF.
Seiring waktu berjalan banyak orang menyatakan peran BEMF seakan menjadi BEMJ ke-5 di FMIPA yang saling berebut atau saling melaksanakan kegiatan yang sama. pernyataan itu tidak salah, namun tidak juga benar. Oleh karena itu kita perlu mendudukkan BEMF kepada fungsi yang sebagaimana mestinya.
Dalam pelaksanaannya, BEMF mempunyai peran yang sangat penting dalam kancah pergerakkan mahasiswa yang ada di Fakultas MIPA baik dari segi akademik, keilmuan, dan juga dunia sosial politik.

Ada beberapa peran yang harus digaris bawahi dalam peran BEMF sekarang ini:

1. Sebagai arsitek, inovator, serta galvanisator gerak bersama di FMIPA baik yang berupa penyepakatan-penyepakatan kebijakan, maupun berupa kegiatan.

2. Sebagai dinamisasi pergerakan mahasiswa yang ada di Fakultas, baik yang bersifat horizontal (antar mahasiswa) maupun secara vertikal (birokrat)

3. Sebagai pusat kajian tingkat fakultas untuk memperluas wawasan mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan internal fakultas maupun permasalahan kontemporer bangsa baik di bidang keilmuan maupun di bidang sosial dan politik Indonesia.

4. Sebagai kakak yang baik bagi adik-adiknya di BEMJ-BEMJ yang ada di MIPA

5. Sebagai pusat advokasi di fakultas

6. Sebagai representasi tertinggi lembaga OPMAWA di FMIPA yang pernyataan sikapnya bisa berpengaruh di tingkat Universitas

7. Sinergisitas ddengan OPMAWA tingkat UNJ

Dalam sebuah buku, amal yang benar juga harus diikuti oleh pergerakan di lapangan yang benar pula. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi kita yang hatinya tergerak untuk membenahi itu semua mencoba menempatkan batu bata ini sesuai dengan tempat dan posisinya yang benar, sehingga amal-amal yang diperbuat adalah amal-amal yang bermanfaat.
Ketika dikaitkan dengan artikel 'Kenapa Saya Harus Berkontribusi', maka ladang inilah yang saya tenpuh untuk dapat menuai amal-amal saya di akhirat kelak. hati ini seakan tergerak untuk mempertahankan tembok yang masih bagus, menambal tembok yang sudah bolong dan mengganti tembok yang sudah roboh. Hal ini semata-mata saya lakukan bukan sekedar pamer penampilan agar dianggap sebagai orang penting, tetapi ada tujuan besar ke depan, yaitu bagaimana meninggalkan sebuah pemikiran berupa sistem sehingga umur ideologi saya lebih panjang dari pada umur biologis saya. Sehingga menjadi bukti kebermanfaatan ilmu saya di akhirat kelak.

Kenapa Saya Harus Berkontribusi

Dalam setiap gerak perjuangan hanya ada 3 pilihan bagi kita, yaitu ikut sebagai pemain, ikut sebagai penonton, atau pun tidak pada kedua-duanya. Untuk pilihan ke-3, maka kita menjadi orang yang acuh tak acuh dalam setiap gerak langkah ini. Untuk pilihan yang ke-2, maka kita akan menjadi komentator yang ulung dan selalu memprotes apa yang telah orang lain perbuat dalam sebuah permainan. Namun ketika menjadi yang memilih pilihan pertama, maka itu adalah pilihan yang terbaik di antara pilihan-pilihan yang telah ada.
Mengutip sebuah tulisan yang mengatakan bahwa peranan kita dalam perjuangan ini terbagi dalam tiga tingkatan, yaitu afiliasi, pastisipasi, dan kontribusi. Di antara peran itulah kita harus berusaha untuk mengambil peranan yang terbaik, yaitu berkontribusi. Karena tidaklah cukup bagi kita untuk hanya mengatakan perjuangan yang kita lakukan adalah perbuatan mulia, tanpa kita turu serta dalam barisan yang berjuang untuk menegakkan kemuliannya kembali.
Dalam prinsip seorang muslim, banyak ayat yang berkata tentang kontribusi kita dalam perjuangan ini, salah satunya,
"beramallah kalian, maka Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang mukmin akan melihat amal kalian itu, dan kalian akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kalian apa yang telah kalian amalkan." QS At-Taubah: 105

Selain itu berkontribusi adalah sebuah keharusan yang merupakan bagian dari muwashafat nafi'un lighairihi, atau pun hadits khoirun naas anfa'uhum linnaas. Juga tentunya keterkaitan dengan perniagaan yang tiada batas yaitu 'jual-beli' dengan Allah. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa ketika kita melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangan (kekuasaan), lisan dan terakhir sebatas pengingkaran dalam hati.
Perjuangan ini adalah pekerjaan yang mulia, kerja yang mulia, karenanya harus dilakukan dengan memenuhi dua syarat utama, yaitu ikhlas dan benar. Ikhlas karena dilakukan semata-mata untuk dan karena Allah. benar karena sesuai dengan aturan yang ada. mengapa pekerjaan ini begitu mulia karena perjuangan ini adalah untuk menyeru kepada kebikan (ilmu) yang mana ilmu yang bermanfaat adalah salah satu amal sholeh yang tidak akan terputus hingga akhir kiamat bahkan bersifat MLM.
Begitu mulianya perjuangan ini hingga begitu banyak pengorbanan dan cobaan untuk melaluinya. Tidak ada salah dalam itu semua karena memang itulah karakteristik jalan perjuangan ini yang panjang, penuh onak dan duri serta orangnya sedikit. Selain itu perjuangan ini juga dibangun oleh begitu banyak pengorbanan yang dilakukan oleh generasi sebelumnya.
Dalam perjuangan inilah kita dituntut pengorbanan waktu, menguras tenaga dan menyita perhatian serta tidak jarang mengeluarkan dana bahkan harus memanajemen waktu terhadap kegiatan akademik kita. Rekan-rekan, jalan ini bukan dibangun di atas keuntungan duniawi, tentang apa yang kita bisa dapatkan di jalan ini, namun apa yang bisa kita korbankan untuk jalan ini.
Perjuangan erat kaitannya dengan amanah, karena Allah akan selalu memberikan sebuah amanah hanyak kepada orang-orang yang bisa melaksanakannya. Sehingga hal yang tidak kalah pentingnya adalah saat kita benar-benar memahami bahwa dengan amanahlah kita akan semakin dekat dengan Allah, amanah yang akan menjaga kita dari keterpurukan, iman juga membuat kita menjadi hidup. Sehingga hal ini yang akan menjadi alasan untuk senantiasa bergeraj dan berkontribusi untuk berjuang.
Namun sekali lagi yang harus diperhatikan adalah saat ini banyak orang yang berprofesi sebagai kolektor ilmu tanpa komitmen amal, padahal perjuangan ini dibangun bukan oleh kata-kata tetapi oleh perbuatan yang nyata. Namun bukan berarti kita melarang orang untuk mencari ilmu karena banyak orang merasa telah beramal, tetapi tak ada buah apa pun yang ia petik dari amalnya, baik itu perubahan sifat, kelembutan hati ataupun kearifan budi dan keterampilan beramal. Bahkan tidak sedikit dari mereka beramal jahat tetapi mengira beramal baik, yang jika kita kaji penyebabnya adalah kekeringan kita akan sebuah ilmu.
Sahabat, perjuangan ini tidaklah cukup hanya dengan kata dan retorika belaka, namun lebih kepada perbuatan. Di sinilah peranan komitmen aktivis yang berjuang di jalan ini dengan pemahaman dan ucapannya. Sebagai wujud konsistensi antara ilmu dan amal.
Untaian-untaian kalimat di atas sangat mengguncang hati saya dan menuntut saya untuk ambil bagian dalam perjuangan ini. Hingga akhirnya hati ini tergerak untuk melaksanakannya. Dalam melaksanakan pekerjaan besar ini saya mencoba untuk berkontribusi dalam ranah perpolitikan kampus yang di dalamnya terdapat lembaga eksekutif dan legislatif, yang mana perna lembaga eksekutif sangat menonjol dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa, pengabdian terhadap masyarakat, serta sebagai pendorong kebijakan-kebijakan yang kondusif untuk kehidupan kampus yang berkaitan dengan mahasiswa.
Oleh karena itu saatnya kita bangkit dan bergerak bersama untuk memberikan kontribusi kecil kita dalam memperbaiki negri ini. teringat sebuah kata seorang kakak, bahwa jika kita harus mengorbankan waktu, harta, dan darah untuk membuat cerahnya negeri ini, maka akan kami antarkan itu semua dengan senyuman yan menawan.