Dalam menanam benih padi, kita butuh ladang untuk menanamnya agar kita dapat menuai hasilnya di kemudian hari. begitupun dengan beramal. Dalam beramal dibutuhkan sebuah ladang untuk melaksanakan amal tersebut. Ketiak berbicara tentang MIPA yang dikaitkan dengan artikel 'Untuk Apa Saya Berkontribusi', maka ada beberapa pilihan untuk memfasilitasi amal tersebut, salah satunya adalah BEMF.
Seiring waktu berjalan banyak orang menyatakan peran BEMF seakan menjadi BEMJ ke-5 di FMIPA yang saling berebut atau saling melaksanakan kegiatan yang sama. pernyataan itu tidak salah, namun tidak juga benar. Oleh karena itu kita perlu mendudukkan BEMF kepada fungsi yang sebagaimana mestinya.
Dalam pelaksanaannya, BEMF mempunyai peran yang sangat penting dalam kancah pergerakkan mahasiswa yang ada di Fakultas MIPA baik dari segi akademik, keilmuan, dan juga dunia sosial politik.
Ada beberapa peran yang harus digaris bawahi dalam peran BEMF sekarang ini:
1. Sebagai arsitek, inovator, serta galvanisator gerak bersama di FMIPA baik yang berupa penyepakatan-penyepakatan kebijakan, maupun berupa kegiatan.
2. Sebagai dinamisasi pergerakan mahasiswa yang ada di Fakultas, baik yang bersifat horizontal (antar mahasiswa) maupun secara vertikal (birokrat)
3. Sebagai pusat kajian tingkat fakultas untuk memperluas wawasan mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan internal fakultas maupun permasalahan kontemporer bangsa baik di bidang keilmuan maupun di bidang sosial dan politik Indonesia.
4. Sebagai kakak yang baik bagi adik-adiknya di BEMJ-BEMJ yang ada di MIPA
5. Sebagai pusat advokasi di fakultas
6. Sebagai representasi tertinggi lembaga OPMAWA di FMIPA yang pernyataan sikapnya bisa berpengaruh di tingkat Universitas
7. Sinergisitas ddengan OPMAWA tingkat UNJ
Dalam sebuah buku, amal yang benar juga harus diikuti oleh pergerakan di lapangan yang benar pula. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi kita yang hatinya tergerak untuk membenahi itu semua mencoba menempatkan batu bata ini sesuai dengan tempat dan posisinya yang benar, sehingga amal-amal yang diperbuat adalah amal-amal yang bermanfaat.
Ketika dikaitkan dengan artikel 'Kenapa Saya Harus Berkontribusi', maka ladang inilah yang saya tenpuh untuk dapat menuai amal-amal saya di akhirat kelak. hati ini seakan tergerak untuk mempertahankan tembok yang masih bagus, menambal tembok yang sudah bolong dan mengganti tembok yang sudah roboh. Hal ini semata-mata saya lakukan bukan sekedar pamer penampilan agar dianggap sebagai orang penting, tetapi ada tujuan besar ke depan, yaitu bagaimana meninggalkan sebuah pemikiran berupa sistem sehingga umur ideologi saya lebih panjang dari pada umur biologis saya. Sehingga menjadi bukti kebermanfaatan ilmu saya di akhirat kelak.
Rabu, 17 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar